Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Sudah puasakah mata telinga dan hati kita ?

Diposting oleh Rozaliha di 08.21 3 komentar
Puasa merupakan sebuah kewajiban bagi setiap umat Islam yang beriman. Jika kita melihat kewajiban ini ada sebuah praktik sosial yang berbeda dalam menjalani kewajiban ini. Sehingga dapat kita lihat, ibadah puasa yang dilakukan belum mempunyai nilai sosial yang lebih dari ibadah puasa tersebut. Karena pemahaman terhadapat arti puasa belumlah begitu sempurna.

Kata puasa yang berasal dari bahasa Arab, yaitu kata shoma, yashumu, shouman, secara etimologi mengandung arti menahan. Namun secara terminologi, puasa mengandung arti yang lebih dalam, yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari menurut syarat dan rukun tertentu.

Dalam artian secara terminologi di atas, puasa lazimnya tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum saja. Lebih dari itu, puasa mengandung arti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, lebih kurang 14 jam selama satu hari penuh menjelang berbuka pada waktu maghrib. Bukan hanya makan dan minum serta bersetubuh saja, tapi segala sesatu yang membatalkan puasa.

Ramadhan yang setiap tahunnya datang kepada kita dengan izin Allah subhanahu wata’ala seharusnya telah mengantarkan kita kepada ketaqwaan haqiqi yang merupakan tujuan dan target dari disyariatkan puasa di dalamnya. Yaitu berupa kemampuan dalam mengerjakan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan meninggalkan larangan-larangan-Nya secara maksimal yang dapat menjadi faktor terbesar menghambat dan meredam kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.

Ramadhan yang tidak pernah absen dari tahun-ketahun, yang telah kita jalani sampai saat ini seharusnya telah mengantarkan kita menjadi pribadi-pribadi yang muttaqin, sehingga semua yang menjadi karekteristik al muttaqin telah ada pada diri-diri kita, karakteristik yang mulia seperti yang dijelaskan dalam banyak ayat-Nya.

Imam Al-Ghazali membagi tingkatan orang yang berpuasa menjadi 3 tingkatan, yaitu :

1.Tingkatan pertama puasa orang awwam.
Pada tingkatan puasa orang awwam ini, puasa diartikan oleh seseorang hanyalah menahan diri dari makan dan minum serta tidak bersetubuh bagi suami istri pada siang hari saja. Namun segala sikap, perkataan dan gerak geri yang dilakukannya selama berpuasa masih belum dipuasakannya. Tidak heran, di puasa masih sering terjadi perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji, seperti mengunjing orang lain, berkata bohong, korupsi, dan yang lain.

2. Tingkatan kedua puasa orang khusus.
Pada tingkatan puasa yang kedua ini, lebih tinggi dari tingkatan pertama. Karena orang yang berpuasa pada tingkatan kedua ini tidak hanya mempuasakan diri pada tataran menahan makan dan minum serta bersetubuh bagi pasangan suami istri sahaja. Akan tetapi, jauh dari itu mereka juga mempuasakan panca indera mereka. Baik itu mata, telinga, tangan, kaki, hidung dan indera yang lain. Dia berusaha untuk tidah berkata bohong, melihat kemaksiatan, tidak meng-ghibah (gosip) dan yang lainnya, yang dapat mengurangi nilai dari ibadah puasa mereka.

3. Tingkatan ketiga puasa orang khusus bil khusus.
Puasa pada tingkatan ini merupakan tingkatan puasa tertinggi yaitu orang yang berpuasa senantiasa untuk mempuasakan hatinya. Tidak terbersit sekalipun di dalam hati orang yang berpuasa pada tingkatan yang ketiga ini untuk melakukan sesuatu yang membatalkan puasanya, baik makan, minum, bersetubuh, panca indera dan niat-niat yang tercela. Dia senantiasa menjaga niatnya agar selalu mengingat Allah SWT.
Dari ketiga tingkatan (class) di atas, kita semestinya bisa mengoreksi dan mengevaluasi ibadah puasa yang kita lakukan. Apakah pada tingkatan pertama, kedua atau ketiga ?. Apabila puasa kita pada tingkatan pertama kita harus lebih berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa yang kita lakukan. Sehingga menjadi lebih baik pada tingkatan kedua, dan tingkatan yang tertinggi. Sehingga kita merasakan manisnya Iman dan Islam dari ibadah yang dialakukan.

Jangan sampai ibadah puasa yang kita lakukan hanya mendapatkan lapar dan dahaga sahaja. Karena Allah SWT senantiasa melihat kesungguhan orang-orang mau memperbaiki dirinya. Dan Allah SWT akan membalas segala proses yang kita lakukan : “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya Dia akan (membalas)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya”. (Q.S. 99: 7-8).

Buah Ramadhan bukan hanya mampu meredam murka Allah subhanahu wata’ala tapi juga dapat mendatangkan keberkahan untuk negri kita ini jika buah tersebut betul-betul telah dimililiki dan diraih oleh semua penduduk negri ini, sebagaimana janji Allah subhanahu wata’ala, artinya,

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. al-'Araf: 96).

Demikian, mudah-mudahan uraian yang singkat ini dapat menggugah hati kita dan membuat kita semakin semangat untuk memperbaiki serta meningkat kan amal sholeh kita sehingga dapat menjadi peredam murka dan sekaligus pembawa berkah ilahi.

Di ambil dari berbagai sumber.

Senin, 25 Juli 2011

Manfaat Internet Bagi Remaja

Diposting oleh Rozaliha di 07.18 2 komentar
1. Manfaat Internet (Umum)
Berdasarkan suvey di Amerika Serikat membuktikan jika berselancar di dunia maya, bermain game online, dan bermain situs jejaring sosial justru baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang disponsori MacArthur Foundation selama tiga tahun berhasil membuktikan internet baik bagi perkembangan remaja. Proyek yang dilakukan selama tiga tahun itu melibatkan 800 remaja dan orang tua untuk mengetahui peningkatan kemampuan teknologi remaja. Hal ini juga mematahkan anggapan para orangtua yang menyatakan bermain internet
hanya membuang waktu saja.

2. Manfaat Internet Dalam Pendidikan
Internet merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita menambah wawasan, berkomunikasi, dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu bahan yang mungkin sulit dicari secara nyata. melalui akses dunia maya internet ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari informasi yang sangat kita butuhkan. Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjauhan tempat tinggalnya.

3. Dampak Negatif
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui telepon selular dimanapun kita berada, atau jika tidak, di setiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “warnet”, dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata, banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, para remaja tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.

Para pelajar yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh. Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapatkan informasi.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap pelajar untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

sumber : http://www.mascipul.com

Minggu, 19 Juni 2011

Kasus Bank Century Mandeg, Presiden Harus Tegur KPK

Diposting oleh Rozaliha di 20.05 0 komentar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses hukum skandal Bank Century diambangkan karena penegak hukum mengabaikan sejumlah bukti kuat. Terutama bukti tentang motif atau tujuan utama bailout yang nyata-nyata ilegal itu.

Pengabaian bukti ini sangat berbahaya karena hanya memperburuk citra pemerintahan presiden SBY di bidang penegakan hukum. Karena itulah anggota Timwas Bank Century, Bambang Soesatyo mengimbau Presiden agar segera memberi teguran keras kepada penegak hukum dalam hal ini KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk dua alasan tadi. Pertama, penanganan proses hukum skandal Century yang nyaris tanpa progres. Dan kedua, sengaja mengabaikan bukti-bukti kuat.

"Kajian hukum Pansus DPR untuk skandal Century sudah menyimpulkan bahwa bailout itu jelas-jelas ilegal karena BI menabrak peraturannya sendiri. Dari investigasi yang kami lakukan, kami mendapatkan indikasi bahwa keberanian melakukan bailout ilegal itu bertujuan menyelamatkan dana-dana deposan besar yang diketahui sangat dekat dengan kekuasaan," ujar Bambang dalam pesan singkatnya, Senin (20/6/2011).

Menurut Bambang, apabila proses hukum skandal ini terus diambangkan, dia akan menjadi noda yang selalu menggelayuti sendi-sendi pemerintahan Presiden SBY-Wapres Boediono. Sebab sudah terbukti bahwa rakyat belum mau melupakan skandal penggunaan trilyunan Rupiah uang negara hanya untuk menyelamatkan eks Bank Century, sebuah bank kecil yang terbelit masalah karena dirampok pemiliknya sendiri.

"Karena itu. presiden harus peduli pada progres penanganan proses hukum skandal ini, agar rakyat yakin bahwa pemerintahannya bersih dan tidak terlibat skandal ini. Skandal ini akan terus menyedot perhatian publik. Itulah urgensi dari kewajiban presiden untuk peduli pada proses hukum mega skandal ini," pungkasnya. (*)

Jumat, 10 Juni 2011

Menelusuri Jejak Rumah Kelahiran Bung Karno

Diposting oleh Rozaliha di 20.58 0 komentar
REPUBLIKA.CO.ID, Hampir semua rumah peninggalan Belanda di kawasan Jalan Pandean, Surabaya masih asli. Antara satu rumah dan rumah lainnya nyaris tak ada berbeda, bentuk, model, dan coraknya bergaya kolonial. Sejak dulu, tidak ada yang spesial di kampung itu. Namun akhir - akhir ini, warga dikejutkan dengan penelitian yang menggemparkan.

Tidak hanya bagi warga setempat, masyarakat Indonesia pun dibuat tercengang dengan penemuan bahwa rumah kelahiran Soekarno, Presiden pertama RI yang juga Sang Proklamator, berada di sebuah gang sempit yang berukuran tidak lebih dari tiga meter di Kota Pahlawan, Surabaya. Bukan di Blitar sebagaimana yang diketahui masyarakat Indonesia selama ini.

Bung Karno dilahirkan di Surabaya, tepatnya di sebuah rumah kontrakan Jalan Lawang Seketeng, sekarang berubah menjadi Jalan Pandean IV/40. Ayahnya Raden Soekemi seorang guru sekolah rakyat dan ibunya Ida Ayu Rai seorang perempuan bangsawan Bali.

"Setelah kami lakukan penelitian dan melalui kajian cukup lama, ternyata rumah kelahiran Soekarno bukan di Blitar, melainkan di Surabaya," ujar Ketua Umum "Soekarno Institute", Peter A Rohi.

Ukuran bangunan rumah itu 6x14 meter. Terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang tengah yang biasa ditempati keluarga bersantai, dan dua kamar. Di belakang ada dapur yang terdapat juga sebuah tangga kayu untuk naik ke lantai dua. Di lantai atas tersebut, hanya digunakan untuk menjemur pakaian.

"Dari dulu, ya seperti ini. Kami tidak mengubahnya, atau merenovasi," ujar Siti Djamilah, pemilik rumah saat ini.

Ia mengaku menempati bangunan itu sejak 1990. Ketika itu, ia ikut kedua orangtuanya. Kakak Djamilah dan suaminya, H. Zaenal Arifin juga menetap rumah itu.

Kemudian, 1998 Djamilah menikahi Choiri. Setelah kedua orang tua Djamilah meninggal, mereka hanya tinggal berempat. "Kami tidak menyangka bahwa rumah ini adalah tempat kelahiran Bung Karno. Sebuah kebanggaan dan anugerah karena kami tinggal di rumah tokoh kelas dunia. Tidak hanya presiden, tapi seorang yang patut menjadi teladan bangsa Indonesia," tutur Choiri, suami Djamilah.

"Kami sudah melalui kajian dan penelitian panjang sejak masa reformasi. Bahkan penelitian juga kami lakukan di Belanda. Buku-buku sejarah masa lalu juga membuktikan bahwa di Surabaya inilah Bung Karno dilahirkan. Syukurlah sekarang bisa diresmikan," ujar Peter A. Rohi.

"Di Jakarta ada prasasti Barack Obama, padahal dia Presiden Amerika Serikat. Masak Presiden Indonesia tidak ada prasastinya? Kami memasangnya di rumah kelahiran Soekarno," katanya, menambahkan.

Pasang Prasasti
Dijelaskan Peter, pemasangan prasasti digelar 6 Juni 2011 karena disamakan dengan tanggal kelahiran Soekarno, yakni 6 Juni 1901. Peter menyayangkan sikap pemerintah yang menyatakan bahwa Soekarno lahir di Blitar. Padahal, kata dia, berbagai buku-buku sejarah dan arsip nasional ditegaskan bahwa Soekarno dilahirkan di Surabaya.

Ia berani menunjukkan puluhan koleksi buku sejarah yang menuliskan kelahiran Soekarno. Di antaranya, buku berjudul "Soekarno Bapak Indonesia Merdeka" karya Bob Hering, "Ayah Bunda Bung Karno" karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto tahun 2002, "Kamus Politik" karangan Adinda dan Usman Burhan tahun 1950.

Lainnya, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1955, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1985, dan "Im Yang Tjoe" tahun 1933 yang sudah ditulis kembali oleh Peter A Rohi dengan judul "Soekarno Sebagi Manoesia" pada tahun 2008.

"Bahkan mantan Kepala Perpustakaan Blitar sudah mengakui bahwa Soekarno tidak dilahirkan di Blitar, melainkan di Surabaya," tuturnya. Pihaknya berharap, ke depan masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengakui bahwa kota kelahiran Soekarno yang selama ini dikenal adalah keliru.




"Dulu pascatragedi G30S/PKI, semua buku sejarah ditarik dan diganti di Pusat Sejarah ABRI pimpinan Nugroho Notosusanto. Tapi saya heran, kenapa ada pergantian kota kelahiran Soekarno? Semoga pemerintah ke depan sudah mengakui bahwa lahirnya presiden pertama Indonesia ada di Surabaya," papar Peter.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga mengaku sangat yakin bahwa Bung Karno bukan dilahirkan di Blitar. Pihaknya juga telah mengirim surat ke Pemerintah Pusat untuk meluruskan persoalan ini dan optimistis pemerintah mengakuinya.

"Kami masih menunggu respon dari Pemerintah Pusat. Tapi tahun 2010, walikota Surabaya saat itu, Bambang DH, sudah menandatangani prasasti sekaligus mengirimkan surat ke pemerintah pusat," tutur Tri Rismaharini.

Jadi Museum
Menurut Risma, pihaknya sudah menemui keluarga pemilik rumah, Choiri, agar bersedia menjualnya dan akan dijadikan museum atau tempat cagar budaya.

"Saya sudah memberikan tugas kepada Dinas Pariwisata Kota Surabaya untuk negosiasi harga dengan pemilik rumah. Nantinya rumah kelahiran Bung Karno akan dijadikan museum dan untuk kawasan sejarah," ujar Tri Rismaharini ketika ditemui di sela pemasangan prasasti dan peresmian rumah kelahiran Bung Karno, Senin (6/6).

Sayang, orang nomor satu di Surabaya tersebut enggan menyebutkan anggaran yang dikeluarkan. "Harga masih negosiasi. Saya sudah minta ke Bu Wiwik (Kepala Dinas Pariwisata) untuk mengalokasikan dana dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Kota Surabaya. Lebih bagus lagi kalau masih ada barang-barang aslinya, agar bisa menceritakan ke anak-anak bahwa di Surabaya Bapak Proklamator dilahirkan," tutur Risma.

Sementara itu, keluarga Bung Karno, Prof. Haryono Sigit, mengakui bahwa orangtua Bung Karno pernah tinggal di rumah itu. Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk mengelola rumah tersebut. "Mau diapakan rumah itu, bukan wewenang saya. Saya serahkan ke Pemkot," tukas mantan Rektor ITS Surabaya tersebut.

Direktur Utama Surabaya Herritage, Freddy H Istanto mengatakan, jika nantinya rumah kelahiran Soekarno dijadikan museum maka yang harus diperhatikan adalah sistem pengelolaannya.

Choiri, selaku pemilik rumah mengatakan, secara prinsip pihaknya tidak mempermasalahkan dan siap menjual rumahnya ke Pemkot Surabaya. Terkait harga, ia mengaku masih melakukan negosiasi untuk menentukan harga yang pas. "Tapi kami masih banyak saudara kok di Surabaya, sambil mencari rumah, kami mungkin tinggal di rumah saudara dulu," timpal Djamilah.

Kamis, 02 Juni 2011

Golkar Tuntut Demokrat Minta Maaf Kalau Tak Bisa Buktikan si A

Diposting oleh Rozaliha di 20.06 0 komentar
Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menuntut kepada politikus Partai Demokrat, Ramadan Pohan untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik, bila apa yang ia katakan politisi berinisial A tak bisa dibuktikan. Kalaupun memang ada, Bambang meminta kepada Demokrat untuk segera melaporkan politisi A itu ke polisi.

"Kalau ngomong jangan asal ngablak, kasihan orang-orang yang memiliki inisial A. Mereka merasa tersudutkan. Kalau tak terbukti, Demokrat harus minta maaf," tegas Bambang Soesatyo, kepada Tribunnews.com, Jumat (03/06/2011).

"Contoh prilaku cara-cara berpolitik buruk dipertontonkan. Partai Demokrat harus tegas terhadap kader yang melempar isu dan menuding ada tokoh berinisial 'A' tanpa fakta. Kalau dia punya fakta, kenapa tidak langsung saja tunjuk hidung dan laporkan ke pihak berwajib," Bambang menegaskan.

Jangan berkelit dan berkilah. Itu namanya, tegasnya lagi, hanya pengalihan isu dan mencoba menciptakan kambing hitam dan menebar fitnah terhadap politisi yang kebetulan berinisial 'A'.

"Kita memahami mereka lagi panik. Tapi kalau sudah menuding-nuding, itu sudah tidak sehat. Bahkan ada kader PD menyebut tokoh itu bermodal besar. Apa urusannya?" ujarnya.

Sangat jelas sekali, kata Bambang lagi, yang kerap menuding masih hijau dalam berpolitik. Sebenarnya, sikap hijau dalam politik, tak perlu ditanggapi, karena sesuatu yang bodoh kalau menanggapi seseorang yang sedang panik.

"Politisi yang memiliki inisial A kan banyak. Biar saja mereka yang mensomasi karena merasa terganggu dan terfitnah. Bagi Golkar masalah yang mereka hadapi adalah urusan internal mereka, ribut antar mereka sendiri. Paling-paling kita hanya bisa berdoa semoga mereka segera menyelesaian internal problemnya," ujarnya.

"Sebagai org luar kita tentu tidak tahu masalah seperti yang ada dalam SMS tersebut. Yang paling tahu adalah orang dalam sendiri. Dan kita tidak tahu soal dana Rp 47 triliun. Kita tidak tahu soal Daniel Sparingga, kita juga tidak tahu soal kecurangan 80 juta suara pemilu legislatif dan pemilu presiden," Bambang menambahkan.

Apa yang terungkap itu, lanjutnya, muncul karena saling ancam dan saling buka diantara internal Partai Demokrat. Yang terbaik bagi Golkar adalah, menjadi penonton yg baik saja. "Waktu akan membuktikan, siapa yang bersalah dan siapa yg bersandiwara diantara mereka," demikian Bambang Soesatyo.

Minggu, 17 April 2011

Hama ulat bulu

Diposting oleh Rozaliha di 21.48 0 komentar

Ulat Bulu Menggila Sampai Jakarta
Serangan ulat bulu yang sudah terjadi selama beberapa pekan ini, masih belum mereda. Justru, wabah ulat bulu semakin meluas dari mulai menyerang Kabupaten Jombang, Bali, dan kini mulai menggila di Jakarta. Entah apa penyebab datangnya ribuan ulat bulu tersebut. Fenomena seperti ini jarang terjadi dan para peneliti pun masih sulit menjelaskan mengenai serangan ulat bulu tersebut. Jika ulat bulu ini semakin meluas, maka bisa jadi jika wabah ini dikategorikan sebagai bencana sosial yang patut ditangani secara serius.
Kini, ulat bulu tersebut mulai memasuki wilayah DKI Jakarta, khususnya sekitar Kelurahan Tanjunga Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sekitar 10 warga terserang gatal-gatal karena serangan ulat bulu tersebut. ”Pak RT melaporkan kepada saya warganya meminta pohon cemara yang ada di wilayahnya agar ditebang,” kata Camat Grogol Petamburan, Tadjudin Widodo. Namun untuk menebang pohon tersebut sangatlah tidak mungkin, sebab pohon tersebut aset milik Pemkot Jakarta Barat. Pohon-pohon dilindungi Undang-undang dan Perdanya.
”Kewenangan Sudin Pertamanan karena yang kebetulan ada di kantor kecamtan yaitu seksi Pertanian, kami minta bantuannya, kedua-duanya juga bisa menangani.” Kemudian, Seksi Pertanian bersama aparat Kecamatan Grogol Petamburan dan kelurahan Tanjung Duren Utara segera mengecak kebenarannya. Lalu langsung dilakukan penyemprotan insectisida.

Got My Cursor @ 123Cursors.com
 

Rozaliha Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal